RAMADHAN HARI KE-16
Andai bukan karena aib kita yang ditutupi oleh Allah, maka pastilah kita takkan mampu menghadapi atau duduk bersama manusia
Terlalu banyak dosa yang tersembunyi. Terlalu banyak silap yang dihadirkan. Sementara yang nampak, hanya yang baik-baik saja. Cukup semua dosa, hanya Allah kemudian kita yang mengetahuinya
Itulah kita, malu terhadap sesama yang sama sekali tak memiliki pengaruh bagi pahala atau siksa kita. Kita lebih takut, aib tersingkap dihadapan manusia, daripada menahan nafsu, oleh sebab malu kepada Allah
Tapi begitu abai dan lalai meski kita tahu Allah memperhatikan kita, dan mengetahui sampai buruknya lintasan hati. Kita tak malu, padahal Allah yang tentukan siksa dan pahala kita
Andai pun aib kita tersingkap, niscaya tak akan ada yang mau berteman dengan kita. Terlalu sinis dengan dosa orang lain, nyatanya ia lupa dirinya sendiri
“Setiap umatku dimaafkan kecuali orang yang terang-terangan dalam bermaksiat. Yaitu seseorang yang telah berbuat dosa di malam hari lantas di pagi harinya ia berkata bahwa ia telah berbuat dosa ini dan itu padahal Allah telah menutupi dosanya….” (HR. Bukhari, no. 6069 dan Muslim, no. 2990).
@wahdahinspirasizakat www.wiz.or.id www.sedekahplus.com
