Menjadi suami adalah tugas yang berat. Bukan semata bekerja sebagai peluntur kewajiban, namun ada tugas yang jauh lebih penting yaitu membawa keluarganya ke surga.

Mencari nafkah memang penting, namun jangan lupa pandai-pandailah membahagiakan istri di rumah. Anda boleh diretur di tempat kerja, menjadi atasan di sana, namun tatkala sampai di depan pintu rumah, tanggalkan itu semua. Sebab, selangkah saja kakimu masuk ke dalam rumah, maka semua jabatan tersebut sudah tiasa guna, kembali berstatus suami.

Lihat bagaima repotnya istri di rumah, bantu. Lihat bagaimana berantakannya rumah, bersihkan. Lihat bagaimana stres-nya istri mengurus rumah, tenangkan, buat happy, biarkan istri me time.

Bagaimana pun, istri adalah ratu rumah tangga, maka tugas suami sebagai seorang raja adalah membahagiakannya meski pun dengan usaha yang sederhana

Wahai Ummul Mukminin, apakah yang dikerjakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jika ia bersamamu (di rumahmu)?”, Aisyah berkata, “Ia melakukan (seperti) apa yang dilakukan oleh salah seorang dari kalian jika sedang membantu istrinya, ia memperbaiki sendalnya, menjahit bajunya, dan mengangkat air di ember” (HR Ibnu Hibban).

Tinggalkan Balasan