Sunnatullah Sejarah Peradaban: Perebutan dan Pergantian

Perjalanan sejarah ibarat roda yang terus berputar. Ada pola sejarah atau sunnatullah kehidupan yang akan senantiasa berulang. Sunnatullah dalam kehidupan ini tidak bisa dilawan, kita perlu memahami agar bisa kita aplikasikan dalam mengambil langkah yang bijak.  

Seperti halnya roda, ketika akan terjadi keruntuhan suatu peradaban jika tidak segera bangkit akan ada yang siap menggantikan. Perubahan dalam sejarah ini adalah keniscayaan, harus ada upaya tajdīd (pembaharuan) atau tokoh pembaharu jika ingin tetap eksis. Tokoh pembaharu (mujaddid) umat ini akan lahir setiap seratus tahun.

Tadāfu’: Perebutan dan Perlawanan

Al-Qur’an secara khusus menceritakan pada kita kisah-kisah umat terdahulu dengan pola yang sama, perlawanan antara hak dan bathil. Sunnatu at-Tadāfu’ akan selalu ada perebutan sampai hari kiamat. 

{ وَلَوۡلَا دَفۡعُ ٱللَّهِ ٱلنَّاسَ بَعۡضَهُم بِبَعۡضٖ لَّفَسَدَتِ ٱلۡأَرۡضُ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ ذُو فَضۡلٍ عَلَى ٱلۡعَٰلَمِينَ }

“…. dan kalau Allah tidak melindungi sebagian manusia dengan sebagian yang lain, niscaya rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dilimpahkan-Nya) atas seluruh alam.” [Surat Al-Baqarah: 251]

Potongan ayat ini menjadi ujung penutup kisah pertarungan pasukan Thalut melawan tentara Jalut. Kisah perlawanan yang heroik, pasukan kelompok kecil bisa mengalahkan kelompok besar dengan izin Allah. Jika bukan karena Allah yang menyelamatkan golongan yang kecil dan lemah ini tentu akan terjadi kerusakan di bumi.

Begitupula kisah Nabi Musa dan Fir’aun. Nabi Musa tidak memiliki kekuatan sebagaimana Fir’aun menguasai ekonomi, militer, teknologi, politik dsb. Ini kisah perjuangan golongan yang dilemahkan melawan angkara murka. 

Realita kehidupan ini memang sangatlah keras. Siapa yang kuat dia yang akan menguasai. Siapa yang lemah, dia akan kalah. Kalau ada golongan yang lemah, malas, tidak berdaya ini akan menggoda golongan yang kuat mengintimidasi dan menguasai. Kalau kita membaca sejarah kolonisasi, ini juga tentang perebutan kekayaan alam misalnya. Adanya bangsa yang lemah melahirkan penjajahan. Tidak mesti penjajahan melahirkan kelemahan.

Al-Qur’an menceritakan kisah Dzulqarnain, pemimpin yang mengubah masyarakat zhalim, malas dan tidak berpendidikan menjadi kuat berdaya. Al-Qur’an mengajarkan hidup yang realistis, harus kuat jika ingin menang di semua bidang kehidupan. Karena kehidupan ini pada dasarnya kompetisi, siapa yang kuat dialah yang menguasai.

Ketika kita berniat kebaikan dan membawa kebenaran maka pasti ada penolakan dan penerimaan. Seperti itulah yang dialami Rasulullah. Tetapi al-Qur’an mengajarkan jika kita yang menguasai maka jalankan untuk visi rahmat bagi semesta alam.

Tadāwul: Pergiliran Diantara Manusia, Optimis Selalu Ada Harapan

Jika perjalanan sejarah ibarat sebuah roda yang berputar, maka ada saatnya diatas juga kadangkala di bawah. Setiap peradaban ada masanya berjaya, adapula waktunya turun. 

Rasulullah ada kalanya ragu, bimbang dan belum tahu apa yang harus diputuskan. Maka Al-Qur’an turun menjadi petunjuk, mengajarkan kaidah-kaidah untuk menjalankan kehidupan. Agar Rasulullah semakin yakin dalam melangkah, punya semangat dan motivasi untuk bangkit dan memiliki visi gambaran masa depan.

إِنْ يَمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ الْقَوْمَ قَرْحٌ مِثْلُهُ وَتِلْكَ الأيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَيَتَّخِذَ مِنْكُمْ شُهَدَاءَ وَاللَّهُ لا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ

Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada’. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim” (QS. Ali Imran: 140).

Ayat ini memotivasi Rasulullah dan para sahabatnya, kalau dalam perang Uhud kalian mengalami luka, mereka orang kafir pun terluka. Kalian kalah merekapun kalah tahun sebelumnya, kalian bersedih mereka pun bersedih. Tetapi kalian berada di jalan kebenaran, mereka di jalan kesesatan.

Kaidahnya, sunnatullah kehidupan ada pergiliran diantara manusia. Ada saatnya menang adapula waktunya kalah. Peristiwa menang dan kalah diantara manusia merupakan sunnatullah pergantian. Setiap peradaban memiliki peluang yang sama, ada saatnya bangkit dan masanya jatuh. Kekuatan motivasi itulah yang membuat optimis untuk terus berjuang.

Ada situasi kadangkala kita melihat peluang perubahan sangat tipis saat berada diantara peradaban yang berjaya. Disinilah pentingnya kita memahami sunnatullah pergantian ini, sehingga kita jadi optimis melihat peluang disetiap kesempatan.

Allahu Akbar (Allah Maha Besar), aku telah diberi Allah kunci-kunci Syam, Persia dan Yaman” sebut Nabi pada sahabatnya saat mereka sedang dikepung pasukan musuh pada perang khandaq. 

Kalau hal serupa diucapkan hari ini, bisa jadi ada yang berkata, “Apalah artinya kita orang kampung dibanding peradaban Barat yang adidaya”. Atau ada yang pesimis. “Ngapain sih ngurusin masalah yang gede-gede, nggak usahlah muluk-muluk, mending kita pikirin pekerjaan, kondisi keuangan, utang, kebutuhan anak-anak untuk sekolah dll”.

Rasulullah mengatakan demikian untuk membangun visi masa depan. Ada saatnya kita bangkit membangun peradaban dan itu butuh motivasi. Sejarah Peradaban Islam, kisah-kisah umat terdahulu adalah cara kita menyambung semangat perjuangan.

Sebaliknya jika kita berada di posisi puncak jangan pula jadi sombong. Waspadalah, kapanpun Anda bisa jatuh. Saat mendapatkan banyak keuntungan jangan terlalu berbangga diri. Hati-hati, adakalanya bisnis kita bisa bangkrut. Ada sedikit saja kesalahan administrasi, manajemen bisa jebol, rugi dan menyisakan utang.

Kalau lagi lemah jangan hopeless, selalu ada peluang yang sama untuk menang. Kalau kita bisa menjaga ritme keseimbangan jiwa ini, tidak menjadi sombong ketika berada di puncak dan tidak pesimis karena pernah gagal, mentalitas kita adalah pejuang. Dibalik peristiwa menang dan kalah, selalu ada harapan untuk bangkit.

Yuk gabung di grup WhatsApp Sahabat Inspirasi

Home
Donasi
Hitung Zakat
Rekening