Tata cara sujud dalam shalat

Sujud merupakan salah satu rukun shalat. Artikel ini akan membahas tentang syarat dan tata cara sujud dalam shalat. Adapun dalil sujud dan juga bacaan doa ketika sujud telah dibahas pada artikel tentang rukun shalat.

Syarat sujud dalam shalat yaitu tuma’ninah, meletakkan sebagian kedua lutut, sebagian kedua telapak tangan bagian dalam, jemari kedua kaki, dan menekankan kepala ke tempat sujud, serta tidak bersujud untuk tujuan lain atau menurunkan badan tanpa maksud sujud.

Seandainya sesuatu menimpa orang yang shalat dalam posisi i’tidal hingga tersungkur sujud, dia harus kembali ke posisi semula. Dia juga tidak boleh bersujud pada benda yang ikut bergerak saat dia bergerak untuk berdiri ataupun duduk. Terakhir, anggota tubuh bagian bawah (pantat) posisinya harus lebih tinggi dari anggota bagian atas (kepala), menurut pendapat yang ashah.

Cara sujud demikian didasarkan pada hadis tentang orang yang shalatnya tidak benar, tepatnya tentang mewajibkan tuma’ninah. Diperkuat dengan hadis, “Jika kamu bersujud, tempelkanlah dahimu ke tempat sujud, tetapi jangan terlalu menekan,” (HR. Ibnu Hibban dalam Sahih-nya).

Juga terdapat hadis Khabab bin al-Arat, “Kami mengadu kepada Nabi tentang panas yang menyengat dahi dan telapak tangan, namun beliau mempermasalahkan keluhan kami,” (HR. al-Baihaqi, dengan sanad yang sahih). Seandainya orang yang shalat tidak diwajibkan menempelkan dahinya, tentu Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- memberikan petunjuk untuk menutup dahi para sahabat.

Persyaratan meletakkan kedua tangan, kedua lutut, dan kedua telapak kaki berdasarkan hadis al-Shahihain, “Saya diperintahkan sujud pada tujuh anggota badan: dahi-sambil menunjuk hidungnya, kedua tangan, kedua lutut, dan ujung kedua telapak kaki.” Cukup meletakan sebagian masing-masing anggota ini seperti dahi, telapak tangan bagian dalam, dan bagian dalam jemari kedua kaki dengan menghadapkan ke kiblat.

Syarat ini diperkuat dengan hadis riwayat Ibnu Majah, “Nabi melaksanakan shalat di masjid Bani al-Asyhal, mengenakan pakaian yang menutup rapat tubuhnya. Beliau meletakkan kedua tangannya di atas pakaian tersebut agar terhindar dari kerikil.”  Disunahkan tidak menutup kedua telapak tangan dan telapak kaki jika tidak mengenakan khuf, untuk menghindari perbedaan ulama.

Gambar orang yang sedang sujud dalam shalat
Gambar orang yang sedang sujud dalam shalat. Sumber: istockphoto

Seandainya seluruh bagian dahinya diperban karena luka dan takut melepasnya, dia boleh sujud di atas perban itu dan tidak wajib mengqadha shalatnya.

Tata cara sujud yang sempurna yaitu memulai sujud dengan takbir tanpa mengangkat kedua tangan. Sebab, Nabi tidak mengangkat tangan ketika hendak sujud (HR. al-Bukhari); lalu meletakan kedua lutut baru kemudian kedua tangan, karena meneladani sunah Nabi. Selanjutnya meletakan dahi dan hidung dalam kondisi terbuka (tidak ada penghalang), juga karena meneladani sunah, (HR. Abu Dawud). Jika urutan sujudnya tidak demikian atau hanya meletakkan bagian dahi, hukumnya makruh. Disunahkan meletakkan dahi bersamaan dengan hidung.

Orang yang shalat sendirian atau imam bagi jamaah yang terbatas dan rela memperpanjang bacaan shalat disunahkan memperbanyak doa dalam sujud. Kesunahan ini terkait dengan hadis riwayat Muslim, “Saat paling dekat bagi seorang hamba dengan Rabbnya adalah ketika dia sedang sujud. Maka perbanyaklah doa.”

Ketika sujud Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam- membaca doa,

اللهُمَّ اغْفِرْلِي ذَنْبِي كُلُّهُ دِقُهُ وَجلُّهُ وَأَوَّلُهُ وَأَخِرُهُ وَ عَلَانِيَتِهِ وَسِرِّهِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُبِكَ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وبعفُوكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ وَأَعُوْذُ بكَ مِنْكَ لا أُحْصي ثناء عَلَيْكَ أَنتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ.

Artinya:

“Ya Allah, ampunilah aku atas semua dosaku, yang sedikit dan yang banyak, yang pertama dan yang terakhir, yang terang-terangan atau yang tersembunyi. Ya Allah, aku memohon perlindungan kepadamu dengan ridha-Mu dari murka-Mu, kepada maaf-Mu dari siksa-Mu. Aku berlindung kepada-Mu dari kemurkaan-Mu. Aku tidak menghitung-hitung pujianku kepada-Mu. Engkau seperti apa yang Engkau pujikan atas Diri-Mu.”

Demikianlah artikel tentang tata cara dan syarat sujud dalam shalat. Anda juga dapat membaca artikel tentang fiqh shalat lainnya agar meningkatkan kualitas shalat Anda.