USTADZ AMIRUDDIN: NAPI ITU SAUDARA KITA JUGA, JANGAN PANDANG SEBELAH MATA
Saling menghargai, saling empati, adalah dua motivasi yang membuat ustadz Amiruddin Rasyid (38 tahun) semakin yakin dengan tugas yang diemban.
Tak mudah memang, para napi yang hampir setiap pekan ia kunjungi ini diajar satu per satu. Lewat metode dirosa atau metode pengajaran Al-Qur’an khusus Orang Dewasa, ustadz Amiruddin pun sampai beberapa tahun belakangan ini masih tetap konsisten mengawal proses belajar di beberapa Lapas di kota Makassar dan Kabupaten Gowa
Tak ada pekerjaan sampingan, fokus mengajarnya hanya sampai disitu. Ketika ditanya soal rezeki, ustadz Amir hanya tersenyum dan mengatakan jika selama ini Allah selalu mencukupinya dengan layak. “Kalau niat kita ikhlas mau mengajarkan Al-Quran, maka rezeki itu akan Allah cukupkan,” tukasnya
Baginya, Al-Qur’an yang ia ajarkan tidak hanya bisa membuat yang diajar bisa tahu banyak baca tulis. Ada yang lebih penting katanya, disaat para napi bisa berubah menjadi lebih baik, ia merasakan bahagia yang tak bisa ia gambarkan. “Rasanya itu bahagia sekali, masyaallah,” pungkasnya.
—
Sahabat,
Guru Ngaji
Pelopor kebaikan di negeri kita
Jangan tinggalkan mereka
Momentum Ramadhan, mari gotong royong bahagiakan mereka lewat program Bingkisan Lebaran Dai dan Guru Ngaji melalui:
Rekening Donasi :
Bank Syariah Indonesia 776 900 900 5
Bank Muamalat 801 004 8367
An. Wahdah Inspirasi Zakat
Donasi Online klik :
https://sedekahplus.com/Berkah-Ramadhan-1442H
Tlp/WA Center Wahdah Inspirasi Zakat : 085315900900
