Ilustrasi hal yang tidak boleh dilakukan saat junub

Ada lima hal yang tidak boleh dilakukan bagi orang junub. Sebelum ke sana, kita perlu mengetahui apa itu junub, dan apa perkara yang mewajibkan seorang muslim mandi baik laki-laki maupun perempuan.

Junub dalam pengertian umum adalah kondisi di mana sperma keluar dari jalan yang alami ataupun tidak alami, atau dimasukkannya ujung penis (hasyafah) atau daerah sekitarnya (khususnya bagi orang yang kemaluannya putus) ke dalam farji atau vagina.

Ada tiga perkara yang menjadi penyebab mandi wajib seorang muslim baik laki-laki maupun perempuan. Tiga perkara tersebut adalah bersetubuh (masuknya kepala penis ke dalam kemaluan perempuan), keluar mani baik disengaja ataupun tidak, dan mati. Selain itu, tambahan lainnya khususnya bagi perempuan: haid, nifas dan melahirkan.

Mengerjakan Shalat

Hal ini berdasarkan QS. An-Nisaa’: 43 dan beberapa hadis diantaranya hadis dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda “Allah tidak akan menerima shalat seseorang dari kalian jika telah berhadats hingga ia berwudhu terlebih dahulu (HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ahmad).

Thawaf di Ka’bah

Gambar thawaf di Ka'bah sebagai salah satu hal yang tidak boleh dilakukan saat junub.
Gambar thawaf di Ka’bah sebagai salah satu hal yang tidak boleh dilakukan saat junub. Sumber: istockphoto.com

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Thawaf di Ka’bah hukumnya mirip dengan shalat…”(HR. Nasa’i dan Ahmad).

Menyentuh Mushaf

Hal ini berdasarkan hadis ‘Amr bin Hazm, Hakim bin Hizam, dan Ibnu ‘Umar radhiyalloohu ‘anhum, nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Tidak boleh menyentuh Al-Qur’an, kecuali orang yang suci.” (HR. Malik dan Daraquthni)

Membaca Al-Qur’an

Orang yang junub tidak boleh membaca Al-Qur’an walaupun satu ayat. Hal ini berdasarkan hadis dari ‘Ali bin Abi Thalib Radhiallahu anhu yang berkata, yang artinya:

“Bahwasanya Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam keluar dari tempat buang hajat dan membaca sebagian dari al-Qur’an” (H.R. Ahmad dengan Isnad yang Jayyid)

Dan beliau Radhiallahu anhu berkata :

“Ini hanya untuk yang tidak memiliki junub (hadats besar) adapun ketika junub maka tidak boleh membaca walaupun hanya satu ayat.”

Selain itu, hal ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh al-Tirmizi dan beberapa perawi lainnya: 

لا يقرأُ الجنبُ ولا الحائضُ شيئًا من القرآنِ

Terjemahnya:

Orang junub dan haid tidak boleh membaca apa pun dari al-Qur’an.”

Orang yang sedang junub dan semacamnya dibolehkan mengucapkan ayat al-Qur`an untuk berzikir, berdoa, atau melakukan hal lainnya semisal bernasihat, penuturan kisah, atau berkenaan dengan masalah hukum yang tidak dimaksudkan untuk membaca al-Qur`an. Contohnya doa ketika hendak naik kendaraan.

Baca juga: Hikmah di Balik Wudhu Sebelum Mandi Junub

Berdiam di Masjid

Hal ini berdasarkan firman Allah pada Q.S. An-Nisaa’ : 43, Ibnu Abbas –radhiyallahu ‘anhu– dan beberapa perawi lainnya menyatakan bahwa maksud ayat ini adalah jangan kalian mendekati tempat yang disediakan untuk salat, karena tempat itu tidaklah layak digunakan untuk lalu-lalang. Tempat yang dimaksud adalah masjid. Sabda Nabi –shallallahu ‘alaihi wasallam– juga menegaskan, “Aku tidak menghalalkan masjid bagi orang yang haid dan junub.” (HR. Abu Dawud).

Hal ini juga diperkuat oleh hadis dari ‘Aisyah Radhiallahu anha, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda yang artinya: “…Ubahlah posisi pintu rumah kalian (yang berdekatan dengan masjid), sehingga tidak langsung menghadap ke masjid, karena aku tidak menghalalkan masjid bagi wanita haid dan orang junub.” (HR. Abu Dawud).

Demikianlah artikel tentang hal yang tidak boleh dilakukan bagi orang junub. Anda juga dapat membaca artikel tentag fiqh lainnya.